Thursday, September 22, 2016

KIATT SUKSES DUNIA AKHERAT


Ada empat perjalanan manusia dalam memotret kesuksesan. 1. Ada manusia yang sukses di dunia tapi tidak sukses di akherat. 2. Ada manusia yang sukses di akherat tapi tidak sukses di dunia. 3. Ada manusia yang tidak sukses di dunia dan tidak pula sukses akherat. 4. Ada manusia yang sukses di dunia dan sukses pula dikaherat. Maka seandainya anda disuruh memilih dan dintanya manakah yang akan anda ambil. Nomor empat pasti yang akan anda ambil dan anda inginkan.

Kalau kita urutkan dengan cara membandingkan kira kira seperti ini. No 1, Sukses dunia masih dianggap mending sekalipun di akherat mendapat siksa. No 2, Manusia inilah termasuk manusia sangat beruntung, tapi urusan dunia kadang mendapat cemooah dan hinaan dari sekitarnya tapi tetap bagaimanapun surga ia dapatka. No 3, adalah manusia yang paling parah; Hidup di dunia miskin di akherat mendapat siksa. No 4, manusia seperti ini yang paling sempurna. Karena di dunia berkecukupan dan tidak dapat siksa di akherat.

Maka Allah perintahkan kepada manusia dalam Firmannya : Carilah apa yang Allah berikan kepadamu untuk tempat akherat Tapi jangan lupa nasib kamu di dunia. Berarti akherat harus kita kejar dan dunia tetap kita tempuh kendati memang kehidupan akehrat adalah lebih utama.

Tuesday, May 3, 2016

Polisi dan Santri



Di dunia pesantren memang tidak akan luput dari yang namanya kajian-kajian agama. Bagaiamana mengajarkan tentang kehidupan dunia dan bekal (investasi) untuk kehidupan kelak. Ajaran dan pemahaman untuk menguatkan sebuah keyakinan, keimanan dan ketaqwaan merupakan konsumsi sehari hari. Maka wajar ketika petuah dan wejangan atau taushiyah dari gurunya (Kyai) menjadi pegangan para santrinya.

Alkisah, pada suatu hari ketika seorang kyai mengajarkan pemahaman agama kepada santrinya Beliau menyempatkan bertaushiyah kepada santrinya. Inti taushiyah itu kira-kira begini kalimatnya, “anak-anakku kalian hidup itu jangan khawatir, jangan pernah untuk berputus asa, jika kalian punya cita-cita atau masalah apapun – “ Bacalah Sholawat...Insya Allah akan mengabulkan cita – cita kalian dan menyelesaikan masalah kalian” karena ketika kita bersholawat maka Rasulullah bermunajat kepada Allah, memohon kepada Allah – agar Allah mengabulkan apa yang dipinta oleh umatnya.

Para santri tentu mendengar dan mengamalkan petuah itu. Suatu waktu dua orang santri disuruh oleh Kyainya untuk belanja ke pasar. Belanjanya tidak mungkin jauh dari : Cabe, tomat, bawang merah, bawang putih atau sayur-sayuran orang menyebutnya sekarang. Dengan nada semangat dan bahagia rasanya disuruh oleh Pak Kyai – siap kami berangkat, kata santri.

Motor si Kukut yang dipake oleh kedua santri tersebut. Mereka hidupkan motor dan berangkatlah ke pasar dengan membawa catatan belanja. Di tengah perjalanan – ke pasar masih jauh, kembali ke rumah juga sama, habislah bensin motor tersebut. Maklum lah motornya jugaq motor zadul...tanda ukuran bensin tidak ada alias mati. Bensinnya sebelum berangkat juga tidak diperiksa.

Obrolan dua santri terjadi. Ahmad: Ned bagaimana kalau uang untuk belanja saja kita beliin ke bensin? Jangan Mad...itu kan uangnya pak Kyai untuk belanja sayuran bukan untuk bensin, jawab Juned, nada menolak. Emang kenapa Ned...? Tanya Ahmad.  Kita kan tidak diperintah untuk beli bensin.., Ungkap Juned. Iya betul sahut Ahmad, tapi kan kita saat ini sedang mudarat, mana kita ga bawa uang lagi. Pokoknya saya tidak sepakat. Terus gimana dong tanya Ahmad kepada Juned.
Ingat pepatah gurunya, kalau ada masalah maka bacalah Shalawat. Maka mereka dengan nada sedang, mengumandangkan shalawat, sekali-kali mereka naikkan nadanya sambil mengelus-ngelus motornya. “Shalatullah, salaamullah, ‘ala toha Rosulillah, Sholatullah salaamullah ‘alaa yasin habibillah....”terus diulang-ulang.

Datanglah seorang polisi dan mendengar mereka bersholawat. Polisi berkata: mengapa kalian bersholawat sambil mengelus-ngelus motor...? Motor kami kehabisan bensin, pak, jawab dua santri. Apa hubungannya habis bensin dengan sholawat? Tanya polisi. Jadi gini pak, kata guru kami kalau ada masalah dan ingin selesai maka bersholawatlah, maka kami bersholawat. Guru kalian itu mengajarkan yang salah. Motor habis bensin itu bukan oleh sholawat tapi harus diisi oleh bensin dan bensin itu harus dibeli, kata polisi. Tolong sampaikan omongan saya kepada guru kalian.Sekarang gini...ini uang, dan dorong itu motor ke pom bensin dan isi! perintah polisi. Maka mereka berdua mendorong  motor ke pom sambil membawa uang dari polisi. Sesampainya di pom dan motor hidup kembali, mereka berkata: Alhamdulillah akhirnya kita bisa berangkat belanja. Terima kasih pak Polisi.....!        



Wednesday, April 27, 2016

KYAI DAN SANTRINYA





Pada suatu hari seorang santri berjalan di hadapan pak Kyai sambil memakan singkong yang telah dibakarnya oleh Santrinya. Karena makannya sambil berjalan, maka Sang Kyai menegur ke santri tersebut dengan berkata : Hai Juned, jangan makan singkong sambil berjalan karena hukumnya haram. Minum sambil berdiri saja tidak boleh...apalagi makan sambil berjalan. Maaf Pak Kyai saya tidak tahu. ya udah.. jangan diulangi, ucap Pak Kyai. Maka duduklah santri tersebut dan meneruskan makan singkongnya karena maklumlah..namanya juga santri suka lapar terus...sampai habis itu singkong.

Setelah satu minggu kemudian Pak Kyai makan makanan yang sama yaitu, singkong bakar. Dan sama pula sambil berjalan. Entah kenapa ini dilakukan oleh Sang Kyai...mungkin lupa. Ketika makan singkong sambil berjalan, terlihat oleh santri yaang seminggu yang lalu dinasehati/dimarahi oleh Kyai tersebut. Maaf Pak Kyai...katanya makan singkong kalau sambil berjalan hukumnya haram, ucap Santri kepada Kyai. 

Dengan kecerdikan atau apapun bahasanya spontan Kyai menjawab dengan nada lumayan keras kepada santrinya. Kata siapa makan singkong sambil berjalan hukumnya haram....tanya Pak Kyai kepada santrinya!?...kata Pak Kyai seminggu yang lalu, ucap Santri. Iya haram juga kalau singkongnya doang...bagi saya tidak. Kenapa gitu? tanya santri. Saya mah makan singkongnya pakai KELAPA.....   

CERITA NYENET ROKOK KU GELAP..





Aya hiji pamuda anak jawara. manehna nyaritaken kagagahan Bapakna jaman bahela ker jadi jawara. Ayena mah jeung bahela ges beda. Baheula mah bapak kula mun rek ngarokok kamamana jeng dimana mana ogeh tara mawa gas atawa korek api komo bari mawa tihul nu aya senean mah tara jasa. cukup kumawa rokok bae. masalah gas atawa sene etamah gampang cik manehna. Tapi ayena pamuda, aki aki rokok gas, gas rokok, rokok korek api, korek api rokok. dua sejoli anu teu bisa dipisahken ku pamuda, aki atawa ku jalema nu beki ngarokok. Pan bisa kitu bapak kumaneh, gagah amat...! cik babaturan nada tanya jeng heran.

Hayang nyaho sia...cik anak jawara ka babaturanna. Atuh hayang jawab babaturanna. Dengekeun yeuh..! Kula baheula ker leutik keneh leumpang ka sawah jeung bapak kula ka sawah bari jeung hujan gede katambah gelap dordar...sien kacida dina waktu harita. Hujan jeung gelap teu eureun-eureun. ku sabab kami tiris..kami ngiuhan di saung nu biasa menang nyieun bapak kula. 

Dina waktu harita bapak kula arek ngarokok eweh gas, eweh korek api. Kula bingung mikiranan arek make naen eta ngarokok tea. Teu keubeburisat kilat, beledag gelap...langsung rokok dicabut tina bungkusna..diacungkeun ka luhur kana gelap. Edan bapak maneh gagah amat, cik babaturanna. Atuh bapak kula moal bae jadi jawara bapak kula teu kitu-kitu teuing mah, jawabna. Ditanya deui laju kumaha bapak maneh cager, cik babaturanna. Atuh pan bapak kula ges maot. Ges maot....? atuh heeh...Iraha maotna? Atuh harita ngacungken rokok ka luhur ker aya gelap. Atu ka bentar nyaaaah....?!   

Saturday, April 23, 2016

AKHLAQ AKHLAQ YANG TERCELA MENURUT AL QUR'AN ( PART 6 )

15.  Adu Domba



Firman Allah SWT :

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.  qs at taubah ayat 47

yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, qs al qalam ayat 11

16. Pengumpat

Firman Allah SWT :

Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. (QS: Al Mu'minun ayat 97)

yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah. (QS: Al Qalam ayat 11)

Alhumazah:
1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencelap ( Ayat 1)
2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, ( Ayat 2)
3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,( Ayat 3)
4. sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. ( Ayat 4 )
5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? ( Ayat 5 )
6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, ( Ayat 6 )
7. yang (membakar) sampai ke hati. ( Ayat 7 )
8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, ( Ayat 8 )
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. ( Ayat 9 )